SUMENEP, updatejatim.net – Di balik sorotan publik atas dugaan pelayanan yang kurang maksimal di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, muncul satu fakta yang tak banyak diketahui masyarakat.
Rumah sakit tersebut sudah lama membentuk Instalasi Peduli Pelanggan (IPP) sebagai garda depan pelayanan yang humanis dan solutif.
Berada tepat di sisi timur Instalasi Gawat Darurat (IGD), IPP tidak sekadar menjadi pusat informasi. Ia adalah ruang pengaduan, jembatan empati, sekaligus solusi bagi pasien yang merasa terhambat saat mengakses layanan kesehatan.
“Banyak orang mengira rumah sakit tidak peduli. Padahal kami menyediakan ruang itu, IPP adalah tempat mendengar, memahami, lalu menyelesaikan,” kata Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, Erliyati, melalui Kasi Informasi, Erfin Sukayati. Jumat 20 Juni 2025
Ia mengatakan, IPP melayani dengan sistem satu pintu. Keluhan soal administrasi, teknis pelayanan, bahkan pertanyaan umum soal prosedur JKN-KIS atau UHC, bisa langsung ditangani oleh petugas bersertifikasi BNSP yang sigap dan terlatih.
Menurut Erfin, semua petugas IPP telah melalui pelatihan khusus agar tak hanya menjawab, tapi juga mendampingi pasien hingga tuntas.
“Yang kami layani bukan sekadar data atau dokumen, tapi manusia. Maka layanan juga harus penuh empati,” jelasnya.
Menariknya, RSUD Moh. Anwar tidak membatasi IPP hanya pada jam kerja. Dengan jaringan telepon internal yang disebar ke tiap unit, pasien bisa langsung menghubungi petugas bila menemui kendala, kapan pun dibutuhkan.
Dalam era di mana keluhan pasien sering viral lebih cepat daripada klarifikasi institusi, kehadiran IPP menjadi simbol keterbukaan dan kesungguhan rumah sakit dalam memperbaiki diri.
“RSUD Moh. Anwar membuktikan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga soal membangun kepercayaan publik,” tegasnya.
Langkah ini penting, lanjut dia, apalagi bagi rumah sakit rujukan utama di ujung timur Pulau Madura. Dengan IPP sebagai wajah pelayanan publik yang responsif.
“Mereka tidak sekadar hadir untuk mengobati, tetapi juga untuk mendengarkan dan menyambut setiap suara masyarakat,” tukasnya. (DieBM)












