Mengenal Pawiyatan Prajurit yang Bertransformasi Menjadi PKKMB

Update Jatim
Foto : Zarnuji, Dosen Unija Madura.
A-AA+A++

OPINI, Updatejatim.id – KALAU sekarang kita kenal dengan PKKMB atau Almamater Raya (Arya) untuk pengenalan kehidupan kampus Unija, tapi pada zaman Kerajaan Majapahit dikenal dengan maguru atau pawiyatan untuk prajurit baru (pawiyatan prajurit).

Maguru atau Pawiyatan Prajurit merupakan proses gladhen atau gemblengan (penggemblengan) yang dilakukan untuk pendidikan ilmu olah prajurit.

Salah satunya adalah kanuragan, yaitu ilmu bela diri lahir dan batin yang memadukan ketahanan fisik, pernapasan, dan kekuatan spiritual untuk pertahanan diri di medan perang.

Selain itu, pendidikan yang diberikan juga tentang mengatur formasi, siasat, dan strategi tempur yang dikenal dengan istilah gelar perang atau gelar pasukan.

Di dalam gelar pasukan dikenal dengan istilah sapit urang; menyerang dari dua sisi, cakra byuha; formasi melingkar, garuda ngelayang; garuda terbang, dan lain sebagainya.

Prajurit juga diberikan pembekalan mengenai cara bertindak, terutama dengan rakyat jelata yang berlandaskan Undang-Undang Majapahit; Kutara Manawa. Undang-undang tersebut terdiri dari 19 bab dan 275 pasal.

Nah, bicara soal materi, di PKKMB Unija 2026/2027 juga tidak kalah pentingnya, mulai dari wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, hingga pada persoalan yang berdampak hukum, terutama pada generasi z (gen z).

Tempat latihan prajurit baru diselenggarakan di pakuwon atau lebih spesifik ditempatkan di oro-oro kul (lapangan). Pelatihan tersebut merupakan syarat yang harus diikuti semua calon prajurit sebelum diangkat secara resmi.

Kalau di Unija dipusatkan di Wiraraja Sport Center, untuk PKKMB 2026/2027. PKKMB merupakan rangkaian kegiatan yang harus diikuti peserta sebelum dimulainya perkuliahan.

Bahkan rangkaian acara PKKMB ditutup dengan doa dan puji-pujian yang bertemakan “Wiraraja Bersholawat”. Warga kampus mendatangi acara tersebut termasuk mahasiswa baru.

Sementara, pada masa Majapahit, istilah spiritual bagi prajurit dikenal dengan sangkan paraning dumadi (mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa).

* Penulis : Zarnuji, Dosen Universitas Wiraraja Madura