SUMENEP, Updatejatim.id — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menyusun Roadmap Percepatan Pertumbuhan Ekonomi sebagai peta jalan untuk mengarahkan pembangunan ekonomi daerah agar lebih fokus, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan roadmap tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus mampu menerjemahkan potensi daerah menjadi program konkret, investasi, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan.
Hal itu disampaikan Arif saat membuka Focus Group Discussion (FGD) penyusunan roadmap.
Menurutnya, Sumenep memiliki beragam potensi, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, garam, pariwisata, UMKM, perdagangan hingga sektor migas. Namun, seluruh potensi tersebut perlu dipetakan untuk menentukan sektor yang benar-benar memiliki daya ungkit sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Yang kita cari bukan hanya sektor yang memiliki potensi, tetapi sektor yang mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi,” tegas Arif, Jummat 21 Agustus 2026.
Selain menentukan sektor prioritas, hilirisasi menjadi perhatian utama. Komoditas unggulan Sumenep didorong tidak lagi sekadar dijual sebagai bahan mentah, melainkan diolah agar nilai tambah dan manfaat ekonominya lebih banyak bertahan di daerah.
Roadmap juga akan memuat strategi penguatan investasi dan UMKM, termasuk akses pembiayaan, teknologi, digitalisasi, sertifikasi, pemasaran, hingga keterhubungan dengan rantai pasok.
Bappeda menetapkan lima agenda utama, yakni penentuan sektor economic driver, percepatan hilirisasi, penguatan investasi, peningkatan kelas UMKM, serta penyusunan program yang memiliki target, penanggung jawab, pendanaan, dan indikator keberhasilan yang jelas.
Arif menegaskan, roadmap tersebut harus realistis dan menghasilkan quick wins yang dapat segera dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan aktivitas ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan pendapatan.
Penyusunan roadmap melibatkan Universitas 45 Surabaya sebagai konsultan. Bappeda juga menggandeng berbagai perangkat daerah, dunia usaha, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Keberhasilan percepatan ekonomi Kabupaten Sumenep tidak ditentukan oleh satu OPD, tetapi oleh sinergi seluruh kekuatan yang kita miliki,” pungkas Arif.







