HUT RI ke-81, Bupati Sumenep Tekankan Kemerdekaan Harus Diterjemahkan dalam Pelayanan Publik

Update Jatim
Foto : H. Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin apel gabungan di lingkungan Pemkab Sumenep
A-AA+A++

SUMENEP, update jatim. id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak boleh berhenti pada seremoni. Kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi semangat bekerja, meningkatkan pelayanan publik, memperkuat persatuan, serta menjaga kebersamaan hingga ke wilayah kepulauan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin apel gabungan di lingkungan Pemkab Sumenep, Senin (3/8/2026). Apel turut dihadiri Wakil Bupati KH. Imam Hasyim, Sekretaris Daerah Agus Dwi Saputra, para kepala OPD, pejabat struktural dan fungsional, serta ratusan aparatur sipil negara (ASN).

Tak hanya aparatur di wilayah daratan, ASN yang bertugas di kepulauan juga mengikuti apel melalui Zoom Meeting. Keterlibatan tersebut menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan dan pelayanan pemerintahan harus menjangkau seluruh wilayah Sumenep, termasuk pulau-pulau terluar.

Fauzi menegaskan, kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan harus diisi dengan kerja nyata. Menurutnya, tantangan pemerintah saat ini bukan lagi merebut kemerdekaan, melainkan memastikan hasil pembangunan dan pelayanan dapat dirasakan masyarakat secara merata.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan. Karena itu, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan menjaga kebersamaan dalam membangun Kabupaten Sumenep,” ujar Fauzi.

Semangat tersebut kemudian ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih dan pelepasan balon sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan HUT RI ke-81.

Pemkab Sumenep juga menyerahkan secara simbolis Bendera Merah Putih kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk didistribusikan kepada masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas semarak kemerdekaan hingga pelosok desa dan wilayah kepulauan.

Suasana apel semakin semarak ketika seluruh peserta meneriakkan yel-yel, “Sekali Merdeka… Tetap Merdeka!”

Teriakan tersebut bukan sekadar penyemangat. Di tengah tantangan pemerintahan dan tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks, yel-yel itu menjadi simbol tekad untuk menjaga persatuan, nasionalisme, serta semangat gotong royong.

Usai apel, suasana berubah menjadi lebih cair. Bupati, Wakil Bupati, Sekda, pimpinan OPD hingga para camat melebur dalam berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia.

Pertandingan eksibisi antara Tim Bupati dan Wakil Bupati melawan tim para camat menjadi salah satu perhatian. Gelak tawa, sorak dukungan, dan sportivitas mewarnai kegiatan yang mempertemukan para pejabat dalam suasana berbeda dari rutinitas pemerintahan.

Bagi Fauzi, kemeriahan tersebut bukan sekadar hiburan. Perlombaan menjadi ruang membangun komunikasi informal, memperkuat silaturahmi, sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis antaraparatur.

Ia mengingatkan agar seluruh rangkaian kegiatan HUT RI tidak terjebak pada euforia sesaat.

“Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menjaga sportivitas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Ikuti seluruh perlombaan dengan gembira, tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!” tegasnya.

Hingga kegiatan berlangsung, berbagai perlombaan HUT RI ke-81 masih menyita perhatian aparatur Pemkab Sumenep.

Namun, di balik tawa dan sorak-sorai, terdapat pesan yang lebih besar: kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan tanggung jawab untuk bekerja, melayani, dan menjaga persatuan.

Dari halaman Pemkab Sumenep, semangat itu kembali ditegaskan untuk menjangkau seluruh penjuru kabupaten—dari pusat pemerintahan hingga desa-desa dan pulau-pulau terluar.

Sebab, bagi pemerintah daerah, makna kemerdekaan akan semakin nyata ketika masyarakat merasakan negara hadir melalui pelayanan yang berkualitas, pemerintahan yang solid, dan pembangunan yang merata.