Pria 73 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Bunuh Diri di Gapura

Update Jatim
A-AA+A++

SUMENEP, updatejatim.id – Warga Dusun Longos, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, digegerkan dengan penemuan seorang pria berusia 73 tahun, berinisial M, dalam kondisi meninggal dunia di rumahnya, Jumat, 7 Juli 2026 pagi.

Kronologinya, berawal saat korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu pertama kali diketahui meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Informasi tersebut kemudian diteruskan aparat Desa Longos kepada Polsek Gapura pada sekitar pukul 09.30 WIB.

Mengetahui itu, Kapolsek Gapura bersama anggotanya langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan penanganan awal.

“Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Sumenep serta Puskesmas Gapura untuk memeriksa lokasi dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, ” Terang Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Gapura.

Lanjutnya, Hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga mengungkap bahwa korban memiliki riwayat penyakit menahun yang telah lama diderita.

“Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang didalami polisi dalam mengungkap penyebab kematian, ” Tambahnya.

Maka dari itu, pihak kepolisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan secara medis karena keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan lebih lanjut.

Meski demikian, petugas tetap melakukan langkah kepolisian dengan memeriksa lokasi serta meminta keterangan saksi dan keluarga untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal.

“Sedangkan Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan mengajukan tuntutan atau menempuh proses hukum terhadap pihak mana pun, ” Tegasnya.

Selain itu, Polresta Sumenep juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kondisi emosional maupun psikologis anggota keluarga, khususnya mereka yang menghadapi penyakit berkepanjangan, tekanan hidup, atau persoalan lainnya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melibatkan keluarga, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, atau pihak profesional apabila menemukan tanda-tanda keputusasaan pada seseorang.

Di sisi lain, Polresta Sumenep turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta masyarakat menghormati privasi keluarga.

“Termasuk tidak menyebarluaskan foto maupun informasi yang bersifat sensitif terkait peristiwa tersebut, ” Pingkasnya.