SUMENEP, updatejatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menggenjot optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui percepatan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Langkah tersebut diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi Strategi Percepatan Pelunasan PBB yang diprakarsai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep di Pendopo Kecamatan Dasuk, Jumat, 31 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti perwakilan pemerintah desa serta operator PBB dari 15 desa se-Kecamatan Dasuk bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Dasuk. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mempercepat realisasi penerimaan daerah sebagai penopang utama pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.
Sekretaris Kecamatan Dasuk, Kamarudin, mengapresiasi langkah Bapenda Sumenep yang terus memberikan pendampingan kepada pemerintah desa dalam mengoptimalkan penerimaan PBB.
Menurutnya, sinergi antara Bapenda, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa menjadi kunci untuk meningkatkan capaian pelunasan PBB di wilayah Kecamatan Dasuk.
“Kolaborasi antara Bapenda, kecamatan, dan pemerintah desa merupakan fondasi penting dalam meningkatkan realisasi pelunasan PBB. Kami mengapresiasi pembinaan yang terus dilakukan Bapenda sehingga seluruh desa memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pajak daerah,” ujar Kamarudin.
Ia juga menegaskan, tingginya realisasi penerimaan PBB akan berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap seluruh pemerintah desa semakin aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar pelunasan PBB dapat dilakukan tepat waktu. Semakin tinggi kepatuhan masyarakat membayar pajak, semakin besar pula manfaat pembangunan yang dapat dirasakan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kabupaten Sumenep, Akh. Sugiharto, menegaskan bahwa PBB merupakan salah satu sumber strategis dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Karena itu, percepatan pelunasan PBB membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Percepatan pelunasan PBB bukan sekadar memenuhi target administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan keuangan daerah. Karena itu kami mengajak seluruh pemerintah desa untuk terus membangun koordinasi yang intensif dengan kecamatan maupun Bapenda agar setiap kendala di lapangan dapat segera diselesaikan,” tegas Sugiharto.
Dalam kesempatan tersebut, Bapenda juga memaparkan data realisasi pelunasan PBB dari seluruh desa di Kecamatan Dasuk sebagai bahan evaluasi sekaligus pemacu semangat bagi desa yang capaian pelunasannya masih rendah.
“Data realisasi yang kami sampaikan hari ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh desa untuk terus meningkatkan kinerjanya. Ketika target PBB tercapai, kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah akan semakin optimal dan manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.
Bapenda berharap sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan pemerintah desa terus diperkuat agar target pelunasan PBB di Kabupaten Sumenep dapat tercapai secara maksimal.
Keberhasilan optimalisasi PBB dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keberlanjutan fiskal daerah sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten setempat.







