PUTR Sumenep Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Rp2,57 Miliar, Perkuat Akses Vital dan Cegah Longsor

Update Jatim
Foto : perbaikan di ruas Jalan Batuan–Matanair Kabupaten Sumenep.
A-AA+A++

sumenep, updatejatim.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mulai merekonstruksi ruas Jalan Batuan–Matanair dengan nilai kontrak mencapai Rp2.571.669.000. Proyek strategis ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas badan jalan, tetapi juga memperkuat ketahanan konstruksi melalui pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sejumlah titik rawan longsor.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan infrastruktur yang lebih kokoh, aman, dan berumur panjang. Pembangunan TPT dinilai penting untuk menjaga stabilitas badan jalan yang berada di kawasan lereng dan tebing, sehingga mampu meminimalkan risiko longsor maupun pergeseran tanah yang selama ini menjadi ancaman terhadap kelancaran akses masyarakat.

Ruas Batuan–Matanair sendiri memiliki peran strategis bagi mobilitas warga. Selain menjadi jalur alternatif menuju wilayah tengah Kabupaten Sumenep, jalan tersebut juga menjadi akses utama menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Tingginya intensitas lalu lintas membuat peningkatan kualitas jalan menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas masyarakat dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Rekonstruksi yang dilakukan tidak sebatas mengganti lapisan aspal yang rusak. Penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat struktur jalan agar mampu menahan beban kendaraan serta lebih tahan terhadap cuaca ekstrem yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan dini.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Slamet Supriyadi, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun infrastruktur yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.

“Kami ingin setiap pekerjaan jalan memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu, penanganannya tidak hanya berupa peningkatan dan rekonstruksi badan jalan, tetapi juga dilengkapi pembangunan tembok penahan tanah di titik-titik yang membutuhkan penguatan. Dengan cara ini, risiko longsor dapat ditekan dan usia layanan jalan menjadi lebih panjang,” ujar Slamet, Jummat 31 Juli 2026.

Menurutnya, tingginya mobilitas di ruas Batuan–Matanair menjadi alasan utama proyek tersebut diprioritaskan. Jalan yang lebih kuat diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa.

“Harapan kami, setelah pekerjaan selesai masyarakat dapat menikmati akses yang lebih aman, nyaman, dan lancar. Infrastruktur yang kuat akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga pelayanan publik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur saat ini tidak lagi sekadar mengejar hasil fisik, tetapi juga harus mampu menghadapi tantangan kondisi geografis dan perubahan cuaca.

Menurutnya, pembangunan TPT merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas badan jalan sekaligus mengurangi potensi kerusakan yang dapat membebani anggaran pemeliharaan di masa mendatang.

“Kami membangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair menjadi wujud komitmen pemerintah menghadirkan infrastruktur yang kokoh, aman, dan mampu menopang mobilitas masyarakat secara berkelanjutan. Dengan konstruksi yang lebih kuat, biaya pemeliharaan di masa mendatang juga dapat ditekan,” tegas Eri.

Melalui proyek ini, Pemkab Sumenep menargetkan Jalan Batuan–Matanair menjadi jalur penghubung yang lebih andal, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah. Kehadiran infrastruktur yang berkualitas diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar arus transportasi, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat pelayanan publik di Kabupaten Sumenep.